idul-fitri-1442-h
Marhaban Ya Ramadhan
Melayani-Tanpa-Pungli-dan-Gratifikasi
Pelatihan E-Pengadaan Langsung Aplikasi Bela Pengadaan Serta Rekonsiliasi Pejabat Pengadaan Di Lingkungan Pemerintah Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti
Forum Group Discution (FGD) Terkait kontrak Pengadaan Barang Jasa dan Surat Edaran (SE) Menteri PUPR No. 22 Tahun 2020 Terkait Persyaratan dan Evaluasi Dokumen Penawaran Pengadaan Jasa
Bimbingan Teknis Perencanaan Pengadaan Dalam Rangka Antisipasi Resiko Hukum Dan Audit
Bimbingan Teknis Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Desa Dan Steakholder Lainnya
Sosialisasi-Permen-PUPR-No.-07-Tahun-2019
Raih 17 Standar LPSE
Penutupan Diklat dan Sertifikasi Pengadaan Barang Jasa Pemerintah April Tahun 2019
Diklat dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Tahun 2019
Konsolidasi-Pengadaan-Barang-Jasa-BPBJ
Black List
Daftar Hitam - Black List
Sosialisi Aplikasi SPSE v.4.3
Bagian Layanan Pengadaan Meranti -BLP Meranti - Penghargaan National Procurement Award 2018
Sosialisasi Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah
Kaji-Banding-Ke-Kab-Badung-2
Bimbingan Teknis Bagi Panitia Penerimaan Hasil Pekerjaan (PPHP) Provisional Hand Over (PHO) FHO
Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Aparatur Penyelenggara Pengadaan Barang Jasa
Pelatihan Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) Bagi Pejabat Pengadaan Pengelolaan Barang Jasa
Pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Manajemen Kelompok Kerja Pengadaan 2a
Bimbingan Teknis Memahami Spesifikasi, Harga Perkiraan Sendiri dan Kerugian Negara
previous arrow
next arrow

Diklat dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Tahun 2019

Kabupaten Kepulauan Meranti meraih UKPBJ terbaik di Indonesia, Pemkab Meranti melalui Bagian Pengadaan Barang/Jasa terus melakukan pembenahan SDM Aparatur khususnya di Bidang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah agar dapat melaksanakan tugas secara Profesional, Transparan dan Akuntable.

Melalui kegiatan Diklat dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H Yulian Norwis SE MM, bertempat di Ballroom Hotel Grand Meranti, Selasa (30/5/2019).

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (BPBJ) Drs Janefi Meza AMP, para narasumber yang berasal dari Universitas Diponegoro, para peserta Diklat perwakilan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Meranti.

Kepala BPBJ Sekdakab Meranti Janefi Meza AMP, menjelaskan bahwa kegiatan yang direncanakan akan digelar selama 5 hari, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait pengelolaan pengadaan barang dan jasa sehingga tercipta SDM yang profesional dan handal.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada peserta sehingga dapat menjalankan tugas pengelolaan barang dan jasa secara profesional dan akuntable,” ujar Janefi.

Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H Yulian Norwis SE MM, mengapresiasi panitia atas terselenggaranya kegiatan itu. Menurutnya, kegiatan ini cukup strategis dalam memberikan pemahaman kepada aparatur pemerintah dilingkungan Pemkab Meranti terkait pengadaan barang dan jasa.

Sekda berharap melalaui kegiatan ini semua peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik sehingga semua informasi dan pengetahuan yang diberikan narasumber dapat diserap untuk diterapkan di lingkungan kerja masing-masing. Apalagi seperti ditegaskan Sekda terkait pengelolaan pengadaan barang dan jasa ini mau tak mau seluruh ASN akan mengalaminya.

“Kegiatan ini sangat penting agar para ASN memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan oleh Pemda Meranti. Jadi dalam melaksanakan pengadaan pejabat sudah mengantongi sertifikat kompetensi,” jelas Sekda.

Selain itu, kegiatan ini dalam rangka menciptakan transparansi dan akuntabiltas dalam pengelolaan anggaran apalagi saat ini ULP Pemkab Meranti telah meraih tingkat kematangan Level 5 atau yang tertinggi di Indonesia.

Sekda juga mengingatkan kepada para peserta yang nantinya memegang kegiatan pengadaan tidak perlu was-was karena sudah memilki pengetahuan yang ditandai dengan mengantongi sertifikat kompetensi.

“Sertifkat ini akan menjadi pegangan oleh pejabat pengadaan untuk mengelola pengadaan barang dan jasa dan kepada seluruh peserta saya harapkan lulus 100 persen,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *